Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


BATAM, Realitasnews.com
- Pasien Corona Virus (Covid 19) yang dirawat di ruang isolasi oleh tim medis RS BP Batam saat ini kondisi kesehatannya semakin membaik dan relatife stabil.

Walikota Batam, Rudi saat menggelar  konfersi pers kepada sejumlah awak media di Lobby Engku Putri, Kantor Walikota Batam, Batam Centre, Batam, Jumat (20/3/2020) mengatakan pasien tersebut seorang pria berusia sekitar 32 tahun berasal dari luar provinsi Kepri dan ia memiliki riawayat perjalanan dari Paris, belum lama ini.

Rudi menjelaskan dari hasil penelusuran pria itu memiliki riwayat perjalanan dari asalnya ke Malaysia mulai tanggal  25 Februari 2020 sampai dengan 1 Maret 2020 lalu,  selanjutnya ia bertolak  ke kota Paris (Francis) sampai dengan 12 Maret 2020.

“ Selama di Paris pernah kontak langsung dengan temannya yang saat itu mengalami deman dan batuk, fileks,” katanya.

Selanjutnya pada tanggal 12 Maret 2020, pria itu berangkat ke Singapura menggunakan penerbangan Air Frame dan tiba di Bandara Changi air port pada tanggal 13 Maret 2020 dan berangkat ke Batam menggunakan kapal Ferry dan tiba di Pelabuhan Sekupang sekitar pukul 18.40 WIB.

“ Setelah tiba di Batam, pria tersebut dengan menggunakan taksi plat hitam yang tidak ingat Nomor Polisi (Nopol) menuju apartemen di Kawasan Batam Centre.

Rudi mengatakan pasien itu mengaku sejak di Paris pada tanggal 12 Maret 2020 menjelang kembali ke Indonesia sudah mulai merasa ada gangguan tenggorokan, kemudian pada tanggal 14 Maret 2020 merasa tidak enak badan deman dan batuk, kemudian berobat ke salah satu rumah sakit yang dekat dengan tempat menginapnya.

Di rumah sakit itu, dokter kemudian melakukan analisa planologi dan laboratorium yang hasilnya mengarah susfec virus corona kemudian dokter merujuknya ke RS BP Batam selaku rumah sakit rujukan  Covid-19  di kota Batam dan dilakukan perawatan intensif di ruang isolasi .

Berdasarkan hasil pemeriksaan sampel suap yang dilakukan oleh  tim analis kesehatan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) yang dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI di Jakarta, hasilnya pada Jumat (20/3/2020) diperoleh hasil terkoordinasi postif.

Saat ini sedang dilakukan pemantauan adanya gejala yang timbul terhadap 131 orang yang kontak langsung terhadap pasien tersebut seperti : penumpang kapal dan kru kapal, pengemudi taksi.

“ Untuk closed kontak tenaga kesehatan dokter, Perawat, Analis, dan yang lainya di Rumah Sakit yang merawat relatif aman karena mereka menggunakan Alat Pelindung Diri  (APD),” katanya.

(Lian)

Post a Comment

Disqus