Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


LINGGA, Realitasnews.com
– Bupati Lingga, Alias Wello menghimbau seluruh masyarakat agar mengurangi  aktifitas di luar rumah atau tetap berdiam diri di rumah untuk memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19)

“ Saya mengharapkan seluruh elemen masyarakat dapat membantu Pemkab Lingga dengan menyampaikan seluruh kebijakan pemerintah agar masyarakat tahu  dan mempersiapkan diri sehingga masyarakat dapat mengamankan diri sendiri, menjauhkan dari komunitas – komunitas yang tidak begitu penting (social distancing),” kata Alias Wello saat menggelar konfersi pers dengan sejumlah awak media, di Gedung Daerah Dabo Singkep di Jalan Pagoda Indah, Dabo Singkep, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Selasa (24/03/2020)

Turut hadir dalam konfersi pers itu Ketua DPRD Kab. Lingga Ahmad Nashirudin, Kadinkes Kab. Lingga Drs. Syamsudi, Dirut RSUD Dabo Singkep Dr. Tuarantayo Bukit Gultom, IDI Kab Lingga Dr. Indra, Kasubag Humas Pemkab Lingga Fikrizal, Humas dan Protokol Pemkab Lingga.

Lebih lanjut Bupati Lingga menjelaskan bahwa penyebaran virus Covid-19 ini begitu cepat, daya tularnya juga sangat cepat, pemerintah kalah cepat apalagi di Lingga.

“ Pemkab Lingga bersama unsur FKPD kabupaten Lingga telah menggelar rapat dan memetakan kondisi kabupaten Lingga,” katanya.

Adapun hasil rapat dengan unsur FKPD kabupaten Lingga itu adalah sebagai berikut :
  1. Kondisi yang ada saat ini keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM)
  2. Dukungan peralatan medis yang sangat terbatas
  3. Biaya operasional menangani musibah ini begitu kecil didalam pembahasan APBD tidak ada alokasi untuk wabah seperti ini, walaupun dana untuk Dinkes sudah dinaikan Pemda diatas yang ditetapkan oleh pemerintah, namun dengan kondisi yang sekarang  kurang memadai dengan adanya wabah ini, memang ada regulasi untuk penyesuaian anggaran yang diprioritaskan melalui dana DID dan alokasi lainnya
  4. Dalam hal antisipasi musibah yang tidak tertangani, Pemda sudah mempersiapkan untuk pengadaan satu speed khusus yang perlu rujukan cepat keluar daerah,
  5. Pihak kesehatan sudah dinstruksikan untuk membuat proposal anggaran  yang bisa mengcover wabah ini lebih luas
  6. Dari berbagai rilis dan pemberitaan yang ada kondisi wabah di Kepri, untuk 5 kabupaten dan 2 kota, kabupaten Lingga masih nihil, baik orang dalam pengawasan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP).
  7. Kondisi rumah sakit di kabupaten Lingga masih minim, kendalanya adalah tidak adanya Alkes yang standard, kondisi fisik bangunan dan ruang isolasi, berdekatan dengan rumah warga. Atas hal itu Kapolres Lingga sudah mengingatkan agar ruang isolasi dan alat perlengkapan diri (APD) harus disiapkan, sebab jika tidak ada maka dokter akan menolak untuk menangani pasien.
  8. Pihak TNI-Polri dan Satpol PP akan melaksanakan Patroli secara rutin dengan sasaran kerumunan masa dengan jumlah diluar toleransi, pesta hajatan pernikahan dihimbau untuk tidak dilakukan, termasuk demonstrasi.
  9. Polres Lingga sudah mulai membentuk gugus tugas, penyemprotan disinfektan, pembuatan beberapa posko sudah dibentuk, dan pemeriksaan suhu tubuh anggotanya.
  10. Masyarakat diharapkan tetap waspada namun tidak perlu terlalu panik, libur untuk mengisolasi diri, Disdik telah diperintahkan agar anak sekolah yang diliburkan tidak boleh berlibur ke luar daerah.
  11. Dishub akan menggelar rapat dengan operator kapal dengan mengurangi frekuensi perjalanan kapal tanpa menggangu kegiatan ekonomi,  BNPB sudah menyiapkan satu Speed, jika ada keadaan yang mendesak. Pimpinan OPD tidak boleh ke luar daerah. Pemkab Lingga menetapkan daerah siaga bahaya Copid - 19.
  12. Dengan segala keterbatasan yang ada, seluruh masyarakat diharapkan bisa mengedukasi masyarakat lainnya tentang bahaya Copid 19, agar dapat menghindari bahaya Copid 19 yang meluas ini.
(Humas Lingga/JH)

Post a Comment

Disqus