Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


BINTAN, Realitasnews.com – Akibat gelombang ombak sangat tinggi kapal Pelni Sabuk Nusantara 39 yang mengantar bantuan untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di kecamatan Tambelan, Bintan terpaksa balik kembali ke pelabuhan Sri Bay Intan, Kijang, Bintan.

Dilansir www.infokepri.com pada Selasa (16/1/2018), Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bintan, Naharuddin  mengatakan setelah Kapten Kapal Pelni Sabuk Nusantara 39 berkoordinasi dengan pihak BMKG mereka terpaksa kembali ke Pelabuhan Sri Bay Intan, Kijang, Bintan lantaran gelombang ombak sangat tinggi.

Ia mengatakan setelah diberangkatkan oleh Bupati Bintan, Apri Sujadi pada Selasa pagi (16/1/2018) sekira pukul 09. 00 WIB lima jam setelah perjalanan tiba tiba saja datang gelombang ombak yang cukup tinggi bahkan air laut masuk ke dalam kapal Pelni Sabuk Nusantara 39 namun tidak membahayakan mereka.

“Tinggi ombaknya diperkirakan sekitar 5 hingga 7 meter dan air laut masuk ke dalam kapal,” katanya.


Kendati tinggi gelombang ombak mencapai 5 hingga 7 meter menghantam kapal Pelni Sabuk Nusantara 39 itu, lanjut Naharuddin,  tidak terjadi hal yang buruk terhadap kapal tersebut dan para penumpangnya juga selamat walaupun ada sebagian penumpang yang mabuk.

“Para penumpang memang ada yang mabuk lantaran gelombangnya sangat tinggi,” jelasnya.

Sesuai arahan dari BMKG, katanya, terpaksa mereka balik ke pelabuhan Sri Bay Intan, Kijang Bintan dan sandar di pelabuhan tersebut pada Selasa malam sekira pukul 21.00 WIB.

Ia mengatakan saat ini sebagian besar pegawai Pemkab Bintan yang ikut berangkat ke Tambelan sudah balik ke rumahnya masing masing namun seluruh barang barang bantuan berupa 2,5 ton beras Bulog , ratusan paket makanan siap saji, peralatan dapur, matras, lauk pauk, selimut, perlengkapan anak-anak, pakaian bayi dan lain sebagainya masih berada di Kapal Pelni Sabuk Nusantara 39.
 
Naharuddin mengatakan jika cuaca sudah membaik maka kapal Pelni Sabuk Nusantara 39 akan kembali berangkat ke Tambelan.
 
“Kita belum tahu pastinya kapan berangkat mas lantaran kita masih menunggu petunjuk dari BMKG sampai cuaca membaik dan gelombang ombak normal,” tutup Naharuddin.
 
(IK)

Post a Comment

Disqus