Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


ASAHAN, Realitasnews.com – Sebanyak 49 warga Dusun 3, 4, 5 Desa Lubuk Palas dan beberapa warga Binjai Serbangan Kec.  Air joman mengalami keracunan diduga lantaran memakan nasi syukuran yang mereka terima dari salah satu keluarga berinisial Pa yang mengadakan syukuran atas kelahiran putranya, Jumat (6/12/2019) malam.

Gejala keracunan yang diduga dari makanan Bancaan (nasi syukuran) mulai dirasakan warga Pukul 23.00 WIB. Karena larut malam,  banyak warga yang menahan efek keracunan dan menyangka sakit perut dan pusing biasa.

Di siang hari warga yang masih merasa mules dan pusing berobat ke tenaga medis yang ada di sekitar Desa. Namun hingga Sabtu,  7 Des 2019 sekira pukul 18.00 WIB,  warga yang keracunan melaporkan ke Kades Lubuk Palas,  dan Kades meneruskan laporan ke Camat Silau Laut sembari mendata dan mensegerakan evakuasi warga menuju Puskesmas terdekat dan RSUD HAMS Kisaran.

Hingga Malam ini Sabtu (07/12/2019) pukul 22.00 WIB tercatat 27 orang menjalani rawat  inap tersebar di dua  lokasi, yakni RS HAMS dan Puskesmas Rawat Inap Binjai Serbangan Kecamatan Air Joman, sementara korban lain akan terus didata dan apabila diperlukan tindakan lebih lanjut akan segera dievakuasi untuk mendapatkan perawatan secara intensif.

Camat Kecamatan Silau Laut Berani Simbolon mengakui acara hajatan warga digelar Jumat (06/12/2019) hingga kemudian korban diduga mengalami keracunan pada malam harinya, namun baru pada malam ini pihak kecamatan mendapat laporan dari warga dan kami langsung mengambil tindakan bersama sama dengan Kepala Puskesmas serta unsur Forkopimcam tegas berani menjelaskan.

Sementara itu Bupati Asahan melalui Asisten Ekonomi Pembangunan Drs. Jhon Hardi Nasution yang mendapat Laporan dari Camat Langsung Mendatangi Rumah Sakit Umum HAMS bersama dengan Kaban Kesbang, Kadis PPKBP3A, Kasat Pol PP untuk melihat langsung keadaan para korban.

Ditempat yang Sama Jhon Hardi Langsung melakukan Koordinasi dengan Camat Silau Laut dan unsur Forkopimcam, Kepala Puskesmas Binjai Serbangan dan Kepala RSUD HAMS untuk melakukan tindakan Cepat kepada Para Korban.

Beliau juga menginstruksikan kepada camat untuk segera mengevakuasi para korban ke RSUD HAMS dan Puskesmas Binjai Serbangan agar mendapat penanganan secara maksimal.

 

Untuk memastikan penaganan para korban berjalan dengan baik setelah melakukan peninjauan Ke RSUD HAMS Jhon Hardi bersama dengan Sorimuda dan Muhilli selanjutnya melakukan peninjauan ke Puskesmas Binjai Serbangan.

“Untuk memberikan pelayanan terbaik kepada warga kita yang diduga mengalami keracunan di dusun IV dan V desa Lubuk Palas Kecamatan Silau Laut sesuai dengan perintah Bapak Bupati, Kita telah melakukan tindakan cepat dengan membawa para Korban ke RSUD HAMS dan Puskesmas Binjai Serbangan dengan mengerahkan Kades, Camat dan unsur Forkopimcam kecamatan Silau Laut untuk mengevakusi korban dan Pemerintah Kabupaten Asahan akan terus memantau perkembangan kasus dugaan keracunan ini serta memastikan semua korban mendapat pelayanan terbaik” ungkap Jhon Hardi.

Menurut data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan data korban sementara adalah ibu hamil (Bumil) sebanyak 4 orang,  Balita sebanyak 6 orang, remaja 13 orang, dewasa sebanyak 25 orang.

BPBD Kab.Asahan dibantu bersama OPD terkait dan Forkopimcam Kec. Silau Laut mengidentifikasi dan mengevakuasi korban di Puskesmas Lubuk Palas sebanyak 3 orang,  Puskesmas Binjai Serbangan sebanyak 24 orang),  RSUD HAMS Kisaran sebanyak 21 orang.

Diantara korban 7 orang PAPS dari RSUD HAMS Kisaran, 2 orang PAPS dari Puskesmas Binjai Serbangan,  dan 3 orang rawat jalan di Puskesmas Lubuk Palas.

Atas keracunan ini  telah dilakukan penyelidikan dan olah TKP oleh pihak Polsek Air Joman.

Untuk kondisi terkini BPBD kabupaten Asahan menjelaskan bahwa warga yang terdampak keracunan sebagian masih dalam observasi dan perawatan intensif di ketiga fasilitas kesehatan tersebut di atas. Dan sebagian sudah ada yang pulang ke rumah masing-masing.

Kendala yang dihadapi BPBD kabupaten Asahan menyebutkan jarak lokasi kejadian yang cukup jauh,  keawaman masyarakat akan gejala keracunan,  dan kekhawatiran masyarakat untuk berobat.
Untuk penanganan yang dibutuhkan, pengidentifikasian warga yang terdampak keracunan makanan yang belum dievakuasi. (Nes)

Post a Comment

Disqus