Ads (728x90)

Dilihat 0 kali



BATAM, Realitasnews.com –  PT Adhya Tirta Batam (ATB) telah membangun jaringan pipa agar suplly air di kawasan Horizon Industri Park dapat berjalan lancar. Namun masih menugggu pengerjaan waduk Duriangkang dan piaya diperkirakan akan selesai palaing lambat awal Februari 2020 mendatang.

Hal itu disampaikan Yudi pihak manegemen PT ATB saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komisi III DPRD Kota Batam, yang dipimpin oleh Sekretaris Komisi III DPRD Batam, Arlon Veristo di ruang rapat Komisi III DPRD Batam, Batam Centre,  Batam, Kamis, (05/12/2019).

RDPU itu digelar untuk membahas permasalahan kebutuhan air di kawasan industri Horizon yang tidak lancar.

Turut hadir dalam RDPU itu, anggota Komisi III DPRD Batam, pihak PT. Lindung Alam Batam yang diwakili oleh Andri Wiranata, Direktur Keuangan Horizon Industri Park, David Ricardo, pihak PT. Adhya Tirta Batam (ATB).

Andri Wiranata mewakili  PT. Lindung Alam Batam mengatakan perusahaan mereka bergerak dibidang pengolahan kawasan industri di Dapur 12, Sagulung, Batam.

Sejak mulai dibangun pada tahun 2015 lalu,  hingga saat ini masih dilakukan pembangunan namun  sudah berdiri kurang lebih 10 industri yang aktif dan sudah merekrut kurang lebih 1000 sampai 1500 tenaga kerja.

“ Target kami 70 industri/ tenant yang nantinya dapat merekrut tenaga kerja kurang lebih sekitar 50 ribu tenaga kerja,” katanya.

“ Untuk menangani permasalahan suplly air pihak marketingnya sudah berjalan di Batam dan luar Batam agar tidak  berdampak terhadap kawasan industri yang kami pasarkan,” tambahnya.

Direktur Keuangan Horizon Industri Park, David Ricardo mengatakan permasalahan aliran air ini, dari catatan pihaknya sudah berdiri 10 perusahaan dan merekrut sekitar seribu lebih karyawan dan ini akan berkembang terus bahkan akan ada penambahan karyawan sekitar seribu karyawan lagi, dari kebutuhan dasar infrastruktur seperti air, listrik, telekomunikasi, ini menjadi prioritas para investor di tenant/industri ini.

Ia mengatakan sudah banyak investor tertarik untuk investasi di kawasan tersebut namun terkendala masalah air, dimana kami mendapat laporan bahwa aliran air mengalir dari pukul 24.00 WIB sampai dengan pukul 04.00 WIB, dan mengalirnya sangat kecil, terdapat sebagian tenant mati air. Ada  disediakan tempat penampungan air/tangki  yang berkapasitas 1000 liter namun pihak ATB hanya mampu mengisi setengahnya saja.

“ Air tersebut tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan MCK, apalagi untuk produksi dan hal tersebut sudah berlangsung selama 1.5 tahun,” katanya.

Ia menyebutkan ada satu investor yang sudah mengantongi ijin dari BP Batam, satu tahun yang lalu bergerak dibindang pengelolaan santan kelapa. Dan mereka belum beroperasi karena melihat kondisi di lapangan bahwa air tidak mencukupi untuk proses produksi.

“ Untuk itu kita minta solusi kedepan karena kebutuhan air itu sangat fital buat industri,” katanya.

Sekretaris Komisi III DPRD Batam, Arlon Veristo mengatakan dengan berdirinya 70 indusrti tentu kebutuhan air sangat tinggi, kebutuhan air harus mengalir 24 jam sehari.  Ia mengharapkan  jangan lantaran kekurangan air pihak investor pada hengkang ke negara lain seperti ke Vietnam, Brunai.

“ Top Managemen dalam hal ini adalah pihak PT  ATB dan BP Batam akan kami panggil untuk RDP berikutnya, dan sementara ini BP Batam harus bertanggung jawab mensupply air secara manual, secepatnya ke kawasan industri tersebut,” katanya.

Ia mengatakan Direktur, terutama Deputi orang-orang dari Jakarta/Pemerintah Pusat mereka harus paham apa yang terjadi di Batam, jangan mereka hanya duduk-duduk aja disini. Marketing bisa gagal dan salah menyampaikan kepada investor, dimana kenyataannya berbeda di lapangan.

“ Kami mengharapkan pihak BP Batam supaya tidak tutup mata, supaya para investor dapat menjalankan usahanya ,” katanya.

Wahdin dari BP Batam mengatakan sudah menggelar pertemuan dengan pihak ATB dan pihak perusahaan.  Intinya dari rapat pembahasan itu pihak perusahaan mengatakan air yang mengalir di kawasan industri itu  tidak mengalir secara optimal pihak pengelola memohon kepada BP Batam untuk menindak lanjuti keluhan tersebut.

Ia mengatakan pihak PT  ATB menjelaskan bahwa pendistribusian air bersih ke kawasan indutri tersebut, dikarenakan jaringan pipa ke lokasi melalui perumahan, atau KSB sehingga air sangat kecil.

Untuk itu, katanya,  pihak PT ATB sedang mengerjarkan jaringan pipa khusus baru untuk ke kawasan idustri tersebut, yang sampai saat ini masih dalam proses perbaikan dan akan selesai pada bulan Februari 2020.

 (IK/AP)

Post a Comment

Disqus