Ads (728x90)

Dilihat 0 kali



SERGAI, Realitasnews.com – Pemkab Sergai menggelar kegiatan workshop Peningkatan Mutu Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)  se-Sergai Tahun 2020 di Wisma Karina Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah,  Senin  (10/1/2020).

Turut dalam kegiatan tersebut, Bupati Sergai Ir H Soekirman, Ketua TP PKK Ny Hj Marliah Soekirman Ketua DPC GOPTKI Ny Hj Rosmaida Darma Wijaya, Ketua DWP Ny Uke Retno Wahyuni Faisal Hasrimy, Kadis Pendidikan Drs Joni Walker Manik MM diwakili Sekretaris Batara R Harahap, M.Si beserta jajaran.

Hadir sebagai narasumber dalam  kegiatan itu dari Yayasan Adiluhung Nusantara, Ketua Himpaudi Sergai Syamsidar, Ketua Himpaudi serta Gugus PAUD Kecamatan se-Kabupaten Sergai.

Ketua Panitia Alamsyah, S.Pd  dalam sambutannya mengatakan kegiatan yang diikuti 510 guru PAUD ini bertujuan agar seluruh guru PAUD di Sergai memiliki pemahaman yang jelas tentang belajar mengajar. Kegiatan ini digagas oleh Bunda PAUD, Himpaudi, Dinas Pendidikan dan Yayasan Adiluhung Nusantara.

Sementara itu Perwakilan Yayasan Adiluhung Nusantara, H. Adi Irawan dalam sambutannya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para pendidik PAUD yang hadir pada hari ini sebab keberkahan dari Allah SWT bagi orang yang menuntut ilmu untuk diamalkan kepada masyarakat.

Satu dari sekian permasalahan yang dihadapi pemerintah adalah pemerataan pendidikan di era global saat ini. Ditengah persaingan revolusi industri saat ini, jika kita tidak mengikuti perkembangan teknologi, maka kita akan tertinggal. Namun perlu digarisbawahi bahwa hubungan emosional antara guru dan siswa tidak pernah akan bisa tergantikan.

Ia menyebutkan hal tersebut  menjadi perhatian bagi pihaknya  bersama APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) agar proses dan pola menyampaikan ilmu kepada anak didik dapat efektif dan menyenangkan serta tidak membosankan. Sebab peran guru harus dapat mencerahkan dan membawa nilai-nilai karakter kepada para siswanya sehingga terbentuk generasi yang kreatif dan berkarakter unggul serta mampu bersaing ditingkat dunia.


Sementara itu dalam sambutannya Bupati Sergai Ir H Soekirman mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada yayasan Adiluhung yang telah bersedia memberikan ilmu pengajaran bagi guru PAUD di Sergai. Pertemuan hari ini sangat bermanfaat ibarat ponsel yang telah diisi ulang baterainya untuk pendidikan karakter sebab itulah yang utama.

“ Bagi orang yang pernah dan masih menjadi guru, apresiasi yang tak terhingga kami berikan sebab jasa guru tiada tara dan tak ternilai harganya. Hari ini saya menyampaikan bahwa saya harusnya masih tugas luar terkait Penghargaan Kebudayaan Hari Pers Nasional yang disebut sebagai Kabupaten yang ramah budaya. Prestasi ini adalah berkat jasa besar guru terutama Guru TK dan PAUD,” katanya.

Terkadang orang lupa 3 komponen dasar belajar yaitu logika, etika dan estetika. Sesuatu yang tidak logis karena sering dikembangkan meski hoax dapat dianggap menjadi logis. Maka tugas guru PAUD adalah membentuk logika yang etis, agar anak-anak memiliki etika yang berdasar logika. Kemudian jika sudah memenuhi dua unsur tadi, maka akan terbentuk seni dan keindahan yang disebut estetika.

Belajar dalam suasana gembira seperti yang disampaikan narasumber hari ini adalah inovasi dan sangat baik. Hal tersebut agar jangan sampai terjadi kisah nyata seorang anak yang ingin menjadi ponsel, sebab orang tuanya lebih perhatian kepada ponsel ketimbang dirinya.

Hal ini menjadi gambaran dan pembelajaran bagi orang tua bahwa pengaruh teknologi dapat juga memberikan nilai-nilai yang tidak baik serta mengesampingkan nilai kearifan lokal.

Hendaknya setiap dalam pertemuan keluarga agar jangan terhanyut dengan keasyikan berponsel, namun biasakanlah berkomunikasi seperti dahulu sebelum ada teknologi. Imtaq (ilmu pengetahuan dan ketaqwaan), logika, etika, estetika bagaimana agar menambah pengetahuan dan sikap pengetahuan kita dalam workshop ini .

“ Saya yakin akan dapat menambah kerekatan dan intelektual kita sehingga generasi yang akan datang lebih baik dari generasi saat ini,” katanya.

Membangun infrastruktur memang penting, namun membangun karakter anak didik jauh lebih penting. Jangan terfokus hanya kepada persoalan yang kasat mata, namun ada nilai yang paling mendasar yaitu karakter.

Dengan bahasa kebudayaan yang didapatkan adalah persatuan, sementara jika politik maka yang didapat adalah perbedaan. Maka jika kita ingin kuat, maka jadilah jarum yang merekatkan, bukan gunting yang memisahkan. Sebab jika kita terpisah dan tidak bersatu akan sulit dalam mencapai tujuan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

Ia mengharapkan kepada seluruh para guru PAUD supaya menjadi tipe guru yang sedikit bicara banyak bekerja dan bukan banyak.bicara tetapi sedikit bekerja. Belajar dengan gembira, namun apa yang dipesankan, sejalan dengan yang dikerjakan agar hasilnya seperti yang diharapkan
(Jan).

Post a Comment

Disqus