Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


BATAM, Realitasnews.com - Pertumbuhan ekonomi Batam mulai dari tahun 2017 hingga tahun 2019 turun hampir dibawah target nasional yakni diangka 4,7 hingga 4,8. BP Batam selalu berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Batam dengan mengembangkan industry Dirgantara dan mencari Industri yang bernilai tinggi.

“ BP Batam selalu berupaya membalikkan angka itu atau meningkatkan pertumbuhan ekonomi Batam. Untuk itu BP Batam sedang mencari industri apa yang harus dikembangkan lantaran lahan di Batam sangat terbatas, jadi kita ingin betul-betul industri yang dapat memberikan nilai yang tinggi,” kata Deputi II BP Batam, Enoh Suharto Pranoto saat membuka diskusi panel yang digelar di Balairungsari lantai 3 kantor BP Batam, Batam Centre, Batam, Selasa (18/2/2020)

Batam, katanya, merupakan motor penggerak ekonomi nasional dan merupakan kawasan strategis nasional, perencanaan tata ruang tersendiri, dan tentu ini ada harapan - harapan dari Pemerintahan Pusat bahwa KPBPB ini menjadi lokomotif pengembangan industri, jasa dan invesatsi untuk memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia mengharapkan dengan digelarnya diskusi tersebut dapat berdaya guna untuk kita semua, sesuai dengan thema yang diusung dalam diskusi panel ini “ Pengembangan Industri Dirgantara di KPBPB Batam”

Dalam diskusi panel itu bertindak sebagai moderator Kepala Bidang Analisa Ekonomi Makro dan Sektor Strategis, Irfan Syakir Widyasa.

Hadir sebagai pemberi materi yaitu : Dirgantara Indonesia, Andi Alisjahbana, MS ME, Flybest Flight Academy, Karin E. Item, Direktur Politeknik Negeri Batam, Priyono Eko Sunyoto, DEA,  Direktur BUBU Hang Nadim Suwarso

Direktur Badan Usaha Bandar Udara Teknologi Informasi dan Komunikasi (BUTIK) Hang Nadim, Suwarso dalam pemaparannya mengatakan  selaku pengelola, lahan yang terletak di Kecamatan Batu Besar,  Batam, dengan luas 1.762 hektar, dan posisi bandara dari pusat kota berjarak sekitar 17 kilometer, serta Batam yang diapit negara Singapura dan Malaysia, membuat Bandara Hang Nadim diperuntungkan khususnya sisi Barat Indonesia.

Pengembangan bandara Hang Nadim dari masa ke masa hingga saat ini menjadikan bandara International yang mempunyai runway terpanjang di Indonesia. Sehingga menjadikan bandara Klasifikasi International dan Kelas Utama.

Di Bandara Hang Nadim pesawat Airbus 380 dan pesawat cargo Antonov 240 pernah mendarat. Badara ini sangat menopang kegiatan industri kedirgantaraan, dengan adanya MRO seluas 50 hektar, sangat memberikan nilai positif bagi Batam dan Kepri untuk pengembangan industri kedirgintaraan.

Ia menyebutkan pihaknya siap menggandeng perusahaan lain untuk membangun industri kedirgantaraan ini. Dari luas lahan sekitar 1.762 hektar, baru 40 % yang digunakan saat ini, banyaknya kegiatan kedirgantaraan ini. BP Batam mencoba untuk mengevaluasi kebutuhan untuk pengembangan kedirgantaraan di Hang Nadim Batam.

Untuk pengembangan kedepannya, katanya,  akan membangun terminal II, saat ini bandara Hang Nadim hanya bisa menampung penumpang 6 juta orang, dan di tahun 2020 akan melakukan pengembangan Bandara Hang Nadim tahap II, yang akan bisa menampung 10 juta orang penumpang.

Dengan dilakukan pengembangan, lanjutnya, diharapkan Bandara Hang Nadim yang dibangun 25 tahun lalu, tidak ketinggalan dengan bandara negara lain yang terus berkembang.

Ia menyebutkan ada beberapa kendala untuk pengembangan bandara yang mereka alami seperti terkait BBM jenis Avtur dengan harga yang masih tinggi, dibandingkan dengan Bandara Soekarno – Hatta dan masih tinggi, apalagi dibandingkan dengan negara tetangga Singapura.

“ Apabila Avtur dapat diturunkan tentunya akan berefek pada tarif angkutan udara,” katanya.

Ia juga menyebutkan ada beberapa kegiatan yang perlu digalakkan untuk pengembangan Bandara Hang Nadim seperti : pengembangan alam, pemanfaattan lokasi Hang Nadim, membuka jalur dari bandara ke Pelabuhan Kabil – Batam, sehingga bandara tidak haya fokus pada penumpang tapi juga Cargo.

“ Pengembangan terminal I, II dan Cargo ini yang menjadi target kita mulai tahun ini. Semoga pengembangan cargo dapat terealisasi tahun ini. Untuk itu dalam kegiatan diskusi panel ini, diharapkan dapat menggali potensi yang ada di Bandara Hang Nadim Batam,” tutupnya. (IK/Lian)

Post a Comment

Disqus