Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


LINGGA, Realitasnews.com - Kapolres Lingga AKBP Joko Adi Nugroho, S.I.K., M.T.,hadiri dzikir dan Tabligh akbar dalam rangka puncak peringatan hari santri nasional dan milad  ke 7 pondok pesantren tahfidz baitul Quran, sekaligus sebagai bentuk Tasyakur atas terselenggaranya Pemilu 2019 yang aman di wilayah hukum Polres Lingga.

Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Gedung Nasional Dabo Singkep, Selasa (22/10/2019).

Dalam sambutannya Kapolres Lingga, dihadapan ratusan undangan, mengatakan selamat memperingati hari Santri Nasional 22 Oktober 2019 dan Milad ke 7 pondok pesantren tahfidz baitul Quran.

Selanjutnya, dikatakan bahwa Ketentraman dan keamanan d kabupaten lingga dengan mudah didapatkan dan dinikmati bersama, karena masyarakat kab. Lingga mengaplikasikan nilai nilai agama dalam kehidupan sehari hari.

Salah satunya ialah rangkaian kegiatan pemilu selama 397 hari, yang ditutup dengan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019 - 2024 pada tanggal 20 Oktober kemarin.

“Alhamdulilah di Kab. Lingga tidak ada hal-hal yang menjadi hambatan, tidak adanya permasalahan, tidak ada hoax seperti di wilayah lain. Tentunya, wajar jika TNI dan Polri nyaman berada di Kabupaten Lingga, dikarenakan seluruh masyarakat Kab. Lingga berpegang pada Al-Qur'an dan menerapkannya, sehingga menjadi teladan bagi wilayah lain di NKRI,” tutur Kapolres Lingga. 

“Santri santri muda harapan bangsa, harus dapat meneruskan amanah menjaga negeri dari segala gangguan yg ada, baik dari dalam maupun dari luar, teruslah berjuang, belajar menimba ilmu, jadi benteng untuk Kab. Lingga,"tambahnya.


Diakhir sambutannya, Kapolres Lingga mengajak untuk saling  menjaga kebersamaan dan persatuan demi Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Kab. Lingga yang Baldathun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur.

Disamping itu, Syaikh Ahmad Al Misry selaku pemberi tausiyah mengatakan untuk tidak saling menghujat yang dapat mengakibatkan perpecahan di Indonesia.

“Tidak boleh lagi kaum muslim terkotak - kotak, berbeda bahkan saling menghujat yang mengakibatkan perpecahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia”, ucap Syaikh Ahmad Al Misry.

Ditambahkan bahwa pedoman bagi kaum muslimin adalah Al-Qur'an, jika belajar Islam yang sebenarnya, maka belajarlah dari Al-Qur'an.

Turut hadir dalam kegiatan ini  Pasminlog Lanal Dabo Singkep Kapten Laut (T) Edi Kusnaedi, Kasubagbin Kejari Lingga Agis Sahputra, S.H., Danramil Dabo Singkep Kapten ARM Ismarli Koto, Wakil Ketua II DPRD Kab. Lingga Salmizi, S.T., Pengasuh Ponpes Tahfidz Baitul Qur'an Drs. Abu Hasyim, Direktur Ponpes Tahfidz Baitul Qur'an KH. Muhammad Nizar, M.A., Pejabat Utama Polres Lingga, Plt. Camat Singkep Agustiar, Ketua FKUB Kab. Lingga H. M. Ridwan Mahadun, Personel Polres Lingga, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, Masyarakat Kab. Lingga sebanyak kurang lebih 1000 orang.

(Humas Polres Lingga/JH)

Post a Comment

Disqus