Ads (728x90)


postviews postviews postviews

Dilihat kali


KARIMUN, Realitasnews.com - Gereja Katolik Paroki  Santo Josep di Jalan Trikora yang  berdiri sejak tahun 1928, akan direnovasi secara total, hal tersebut dikatakan oleh pengurus pembanguanan gereja saat menggelar konferensi pers, Sabtu (26/10/2019)

Adapun sejarah singkat Gereja Katolik Paroki Santo Joseph Tanjung Balai Karimun berdiri tahun 1928 jauh sebelum Rebuplik Indonesia merdeka, umat Katolik saat ini berkisar 2000 orang di kabupaten Karimun. Proses perijinan dimulai sejak 8 tahun lalu, selama 8 tahun telah banyak dilakukan mediasi

Ketua Humas pembangunan Gereja Romesko Purba mengatakan alasan dibangunnya gereja ini lantaran kapasitas gereja Katolik yang tidak memadai, kapasitas gereja saat ini hanya 100 orang, sementara umat yang datang mencapai 600 orang.

" Untuk kapasitas sudah tidak memadai lagi untuk umat beribadah apa lagi dihari- hari besar umat Katolik yang beribadah  harus beribadah diluar hingga ke tembok  pagar, berpanas-panasan dan terkena air jika hujan,” terangnya

Terkait isu miring yang beredar di tengah masyarakat tentang penolakan renovasi gereja tersebut Romesko Purba menjelas untuk  isu-isu miring yang disinyalir beredar di tengah masyarakat, Ia mengatakan kita sudah melalui proses pengurus IMB Karimun telah memenuhi ketentuan dan aturan yang berlaku.

 

"Saya ingin meluruskan isu-isu miring yang beredar bahwa ada isu bahwa akan didirikan Patung Bunda Maria dengan sangat tinggi hingga nampak dari kejauhan atau pelabuhan domestik itu tidak benar, dalam gambar yang kami ajukan dan kami tidak membangun patung bunda Maria seperti informasi itu, begitu juga mengenai salib yang dikatakan tinggi dan besar itu sama sekali tidak benar, sesuai kesepakatan, bahwa Gereja mengakomodir kearifan lokal, yakni Gereja tidak menggunakan simbol-simbol, termaksud Salib diluar bangunan, “ucap Romesko

Ia menyebutkan gereja akan dibagun hanya satu lantai dan tidak lebih tinggi dari rumah dinas Bupati Karimun serta menjaga kearifan lokal.

Sementara itu Pendeta Romo Porkit St, menjelaskan, Renovasi secara total Gereja ini dikarenakan sudah banyaknya ruangan yang sudah bocor apa lagi saat hujan, bertambahnya kapasitas umat saat beribadah bahkan sampai ke halaman.

“Untuk kapasitas sudah tidak muat lagi untuk menampung pengunjuk untuk beribadah, “ucap Romo Porkit

“Untuk pembangunan nantinya kita akan mediasi lagi kepihak terkait termasuk FKUB Karimun, tambah Romo Porkit. (Jup)

Posting Komentar

Disqus