Ads (728x90)


postviews postviews postviews

Dilihat kali


SERGAI, Realitasnews.com - Untuk mendeteksi dini terkait infeksi Covid-19, Bupati Sergai Ir H Soekirman melakukan tes swab, di Posko Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sergai, di rumah dinas Bupati di Sei Rampah, Jumat (17/4/2020).

Bupati Sergai yang juga sebagai ketua Gugus Tugas setelah menjalani prosedur swab yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sergai mengatakan test swab ini dilakukannya bukan dikarenakan adanya gejala terjangkit Corona Virus Disease (Covid-19) pada dirinya, namun sebagai salah satu usaha preventif untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

“ Test swab ini saya lakukan sebagai bentuk ikhtiar kita untuk melakukan pencegahan dini. Apalagi kita baru mendapat kabar baik dari Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU) di Medan yang kini telah memiliki fasilitas Polymerase Chain Reaction (PCR) di laboratoriumnya dan ini yang pertama di Provinsi Sumatera Utara,” katanya.

Sebelum laboratorium RS USU memiliki fasilitas PCR, katanya, selama ini pengujian dilakukan lewat rapid test, meski hasilnya diperoleh lebih cepat namun tingkat akurasinya tidak sebaik PCR.

Ia menyebutkan selain akurasi, efektivitas rapid test juga lebih rendah karena harus dilakukan lebih dari sekali dan ada peluang hasil negatif yang didapat keliru.  Sedangkan dengan test PCR lewat sample yang didapat dengan metode swab, tingkat akurasinya jauh lebih tinggi sehingga jelas lebih efektif.

“ Dengan adanya alat di laboratorium untuk melaksanakan test PCR yang hari ini diresmikan secara langsung oleh Gubernur Sumatera Utara H. Edy Rahmayadi, Soekirman berharap waktu tunggu pasien berstatus PDP bisa jauh lebih singkat,” katanya.

Ia menyebutkan selama ini diperlukan waktu berhari-hari untuk menentukan status positif atau tidaknya seorang pasien karena sample harus dikirim ke pusat (Jakarta) terlebih dahulu untuk dianalisis, bahkan terkadang bisa menunggu sampai 12 hari karena antrian yang sangat panjang.

Selama proses menunggu tersebut, pasien mesti dirawat inap karena harus mendapat pengawasan secara khusus dari tim medis. Dengan adanya fasilitas PCR di Sumut, waktu tunggu bisa dipangkas hingga hanya perlu 1-2 hari saja untuk mengetahui status terjangkitnya pasien.

“ Tentu ini secara otomatis juga menjamin ketersediaan kamar bagi pasien PDP lainnya,” katanya

Untuk mempercepat tindakan pemeriksaan swab bagi masyarakat Sergai yang telah ditetapkan sebagai OTG , ODP dan PDP, dan menyambut laboratorium di RS USU yang sudah tersedia, maka Dinas Kesehatan Sergai melakukan pelatihan pengambilan swap dari tenggorokan dan hidung bersama dokter Sp Patologi Klinik dan Analis di 20 Puskesmas.

“ Walaupun sudah tersedia fasilitas PCR, akan tetapi jelas lebih baik jika kita bersama-sama melakukan pencegahan dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin,” katanya. (Jan)

Posting Komentar

Disqus