Ads (728x90)


postviews postviews postviews

Dilihat kali


BATAM, Realitasnews.com  – Akibat merebaknya virus corona pendapatan  daerah kota Batam dari pajak hotel dan restoran menurun. BP Batam telah melakukan berbagai upaya supaya dampak dari virus corona itu tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kota Batam tahun 2020 ini.

Hal itu disampaikan oleh Kepala BP Batam, Rudi saat menggelar diskusi antisipasi dan dampak penyebaran virus corona terhadap dunia bisnis dan perekonomian Batam, yang digelar BP Batam di Balairungsari Lantai III, Batam Centre, Batam, Senin (2/3/2020).

Turut hadir dalam diskusi itu Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hioeng,  Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Kepala BPS Batam, Rahyudin, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Kepri, Musni Hardi K Atmaja, Kabag Humas BP Batam, Yudi Haripudaja, Kepala Seksi Publikasi BP Batam, Sazani dan staf Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam

Diskusi itu juga dihadiri owner perusahaan atau yang mewakili, baik dari industri perkapalan (shipyard), elektronik atau manufaktur, dan pariwisata.

Rudi yang juga Walikota Batam mengatakan akan mengambil langkah-langkah antisipasi agar dampak virus corona di Cina tidak menurunkan pertumbuhan ekonomi kota Batam.

Ia menyebutkan Sekda kota Batam sedang melakukan rapat bersama Mendagri untuk pembebasan pajak daerah sebesar 10 persen, bagi hotel dan restoran.

“ Sudah ada perintah dari Menteri Keuangan untuk membebaskan pajak daerah 10% bagi hotel dan restoran,” katanya.

Bahkan sesuai laporan yang diterimanya, Rudi menyebutkan pihak hotel sudah menurunkan tarif kamarnya 30 sampai 40 persen.

Khusus industri elektronik, galangan kapal ada regulasi-regulasi yang bukan wewenang daerah, Beliau akan membuat surat resmi ke Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Terkait kartu izin menetap sementara dan pajak orang asing, Rudi mengatakan telah membicarakannya bersama Sesmenko Perekonomian.
“ Para pelaku industri, terutama di kawasan-kawasan industri berharap agar pajak-pajak yang ada dan perizinan dapat dipermudah, termasuk dari imigrasi,” katanya.

Selain itu, katanya, BP Batam akan mempermudah investor yang berinvestasi ke Batam.

Sementara itu Kepala BPS Batam, Rahyudin mengatakan pertumbuhan ekonomi kota Batam tahun 2019 lalu sebesar 5,92 % dan pertumbuhan ekonomi provinsi Kepri sebesar 4,89 %  sedangkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di tahun 2019 sebesar 62,55 % meskipun diawal - awal kita dikejutkan dengan virus corona.

Ia menyebutkan ada 3 industri besar di Batam yaitu : pengolahan, kontruksi dan perdagangan. Sedangkan di Kepri industry yang besar adalah pengolahan, kontruksi dan pertambangan dan pihak BPS Batam melakukkan survey setiap bulan.

Rahyudin  menyebutkan yang menurun pertumbuhannya adalah dari segi transportasi lantaran jumlah penumpang pesawat menurun akibat tingginya harga tiket pesawat.

Bulan ini inflasi kita minus, 0,15. Walau saat ini terpapar virus corona, barang yang diimport dari China belum berpengaruh terhadap kita.

Terkait bawang putih, seperti Exportir/Importir harus mempunyai sertifikat Good Agricultural Practices (GAP) dari Kementerian Pertanian. Karena sekarang ini negara yang mempunyai sertifikat tersebut baru China.

Tahun 2019 lalu, katanya, total kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) di Batam sebanyak 1.947.94, untuk bulan Januari 2020 lalu kunjungan Wisman  156.752 , dibanding bulan Januari tahun lalu, angka tersebut naik 16,5%,  Singapura penyumbang Wisman terbesar, selanjutnya Malaysia, India, China.

Untuk ekspor barang di Batam menurun, Desember 2019 sebesar USD 52 juta , bulan Januari 2020 sebesar USD 39,7 juta, Untuk ekspor terbanyak dibulan  Januari 2020 adalah ke negara Singapura, Amerika, Tiongkok, dan India.

Demikian halnya dengan minyak, lemak nabati, plastik, berbagai produk kimia juga menurun.
Untuk import barang meningkat, meski terdapat virus Corona namun tidak berpengaruh, untuk import dibulan Januari 2020 lalu yang paling tinggi dari negara Singapura, Hongkong dan Malaysia.

Penyebaran virus corona kini semakin mengganas, meski pemerintah China mengklaim jumlah pasien terinfeksi menurun, tapi di luar China penyebaran makin masif. Seperti Korea Selatan pasien positif 763 orang, Iran kini ada 250 orang di karantina, Italia jumlah tertular 229 orang.

Ia menyebutkan sesuai dari data terbaru yang dihimpunnya terdapat 88.377 kasus Corona, pasien yang meninggal dunia sebanyak 2.994, pasien yang sembuh sebanyak 42.617, ada 65 negara yang terkena dampak virus Corona dan 1 kapal pesiar.

“ Ada 24 kawasan industry di Batam dan bahan bakunya sebagian besar dari Cina,” katanya.

Selain mempengaruhi masuknya bahan baku dari Cina, dampak virus corona juga mempengaruhi pekerja asing yang berasal dari Cina, banyak pekerja asing yang libur merayakan hari raya Imlek di China tidak bisa pulang atau kembali ke Batam, sehingga mesin - mesin industri di Batam  tidak beroperasi.

Ia mengharapkan Pemerintah kita dapat bekerja sama dengan pemerintah Tiongkok untuk dapat memberikan solusi agar para pekerja asal Cina dapat segera kembali bekerja di Batam.
(Lian)

Posting Komentar

Disqus