Ads (728x90)


postviews postviews postviews

Dilihat kali


SERGAI, Realitasnews.com – Untuk mencukupi tingginya kebutuhan dan permintaan terhadap produk protein hewani perlu dilakukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak dengan melakukan pelatihan dan diseminasi teknologi serta pembentukan kelembagaan peternakan yang tujuan akhirnya adalah meningkatkan produksi daging nasional.

“ Tingginya kebutuhan dan permintaan terhadap produk protein hewani harus diimbangi dengan hasil produksi ternak, terutama sapi,” kata Bupati Sergai Ir H Soekirman dalam sambutannya pada acara Deklarasi Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) yang dilaksanakan di  Aula Theme Park Resort Kec Pantai Cermin, Senin (17/10/2019).

Deklarasi SPR itu juga dihadiri oleh Ketua LPPM Bogor Prof. Dr. Sugeng Heri Suseno, S.Pi, M.Sia, Perwakilan Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBPPTP) Bogor, Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara M. Azhar Harahap, SP, M.MMA, perwakilan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Medan, Kadis Kominfo Sergai Drs H Akmal, M.Si, para Kepala OPD dan Camar serta para peternak yang bergabung di SPR Kabupaten Sergai.

Lebih lanjut Bupati Sergai Ir H Soekirman mengatakan program SPR selain bertujuan mengendalikan ketimpangan antara supply and demand konsumsi daging, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak Indonesia dengan melakukan pelatihan dan diseminasi teknologi serta pembentukan kelembagaan peternakan yang tujuan akhirnya adalah meningkatkan produksi daging nasional.

Beliau menyebutkan SPR dibentuk dalam suatu kawasan pemukiman peternak berskala kecil yang dapat berupa satu dusun, satu desa atau satu kecamatan. Setiap SPR terdapat minimal 1000 ekor ternak betina produktif, maksimum 100 ternak pejantan. Setiap SPR ini kemudian melaksanakan 10 strategi untuk mencapai 1 visi yaitu “peternak berdaulat” atau lebih sering disebut dengan “SPR 1111”.

Berdasarkan keputusan Bupati Sergai No. 346/520/THN 2016 tanggal 12 Oktober 2016 telah ditetapkan 3 SPR, yaitu pada wilayah Dolok Masihul, Sipispis dan Pegajahan. Kabupaten Sergai saat ini memiliki populasi ternak sapi ± 44.000 ekor. Idealnya di Kabupaten Sergai bisa dibentuk 10-15 SPR sesuai dengan sebaran populasi ternak yang ada di setiap kecamatan.
“ Saya mengucapkan terima kasih kepada Institut Pertanian Bogor (IPB) lewat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) yang telah berkenan hadir dan memberikan pelatihan beserta pendampingan kepada para kelompok ternak yang bergabung pada SPR,” kata Bupati Sergai

Semoga dengan adanya SPR ini Kabupaten Sergai dapat meningkatkan populasi ternak dan daya saing usaha peternakan rakyat sehingga mewujudkan peternak cerdas, ternak cerdas dan produksi daging meningkat untuk tercapainya swasembada daging tahun 2026.

Sementara itu Kadis Ketahanan Pangan (Ketapang) M. Aliuddin SP, MP, dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini didasari Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab Sergai dengan IPB yang ditindaklanjuti Dinas Ketapang Sergai dengan membentuk 3 GPPT (Gugus Perwakilan Pemilik Ternak) sentra peternakan rakyat pada tanggal 12 Oktober 2016 lalu.

“Deklarasi ini diharapkan SPR dapat terus berkontribusi bagi perkembangan dan peningkatan SDM bagi masyarakat peternakan,” katanya. (Jan)

Posting Komentar

Disqus