Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


KARIMUN, Realitasnews.com
- Kantor DJBC Khusus Kepulauan Riau memusnahkan Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan dan barang bukti penyidikan berupa Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), rokok dan Smartphone dengan total nilai barang sebesar Rp 18,2 miliar,-  Kamis (14/5/2020).

Pemusnahan barang itu dilakukan dengan cara dihancurkan dengan menggunakan excavator dan dibakar hingga tidak memiliki nilai ekonomis lagi.

Adapun barang yang dimusnahkan itu adalah :
  • MMEA Spirit sebanyak 14.543 botol atau 10.673,8 liter (sepuluh ribu enam ratus tujuh puluh tiga koma delapan liter)
  • MMEA Beer sebanyak 1.032 kaleng (seribu tiga puluh dua kaleng) atau 340,5 liter (tiga ratus empat puluh koma lima liter)
  • Rokok sebanyak 2.507.762 batang (dua juta lima ratus tujuh ribu tujuh ratus enam puluh dua batang)
  • Smartphone sebanyak 3.427 unit (tiga ribu empat ratus dua puluh tujuh unit.


“ Total nilai barang yang dimusnahkan itu sebesar Rp 18.2 miliar ,- dengan  potensi kerugian negara sebesar Rp 26.4 miliar,-,” kata Kepala Kantor DJBC Khusus Kepri Agus Yulianto.

Agus Yulianto mengatakan selain nilai material tersebut terdapat juga nilai immaterial bila dibayangkan apabila barang tersebut beredar di pasaran bebas, bukan hanya terganggunya pertumbuhan industri rokok,minuman, smartphone dalam negeri, tapi juga dapat meningkatkan kerawanan sosial.

“ Oleh sebab itu Bea Cukai terus menerus mengawasi peredaran Barang Kena Cukai yang ada di masyarakat serta barang-barang untuk melindungi industri dalam negeri,” tuturnya

" Dengan pemusnahan ini, Bea Cukai bertanggung jawab untuk menindaklanjuti barang yang impornya tidak sesuai dengan ketentuan. Sehingga perusahaan yang bergerak dibisnis Impor BKC dapat mematuhi peraturan yang berlaku,” tambahnya.

Ia mengharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang aturan-aturan kepabeanan dan cukai, serta dapat meningkatkan sinergi yang kuat antar instansi, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

Pemusnahan barang tersebut juga dihadiri oleh pihak Pengadilan negeri, kejaksaan TNI, Polri serta steckholder yang terkait. (Jup)

Post a Comment

Disqus