Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


BATAM, Realitasnews.com - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri, Iwan M Ridwan mengatakan 30 persen pulau di Kepri sudah memiliki laku pandai. Idealnya semua pulau. Tapi perusahaan melihat biaya operasional juga.

"Laku Pandai merupakan singkatan dari Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif," kata Iwan M Ridwan, pada Rabu, (09/10/2019) di Batam Centre, Batam

Program OJK ini bertujuan untuk memberikan akses keuangan atau perbankan bagi daerah yang tidak ada kantor cabang bank-nya. Sehingga masyarakat tetap bisa melakukan transaksi keuangan melalui agen-agen yang telah bekerja sama dengan bank.

Respon masyarakat Kepri terhadap Laku Pandai ini cukup bagus. Terbukti sudah banyak agen laku pandai yang berdiri dan tersebar di berbagai pulau. Sebut saja di Pulau Nguan, Pulau Abang, Mubut, dan sebagainya.

Bahkan di Mubut Laut menjadi pilot project pembentukan One Island One Micro Financial. Di sana ada koperasi nelayan sebagai penerima KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang juga menjadi agen laku pandai, termasuk peserta asuransi nelayan.

Ke depan, pembukaan gedung-gedung kantor perbankan akan mulai dikurangi. Karena itu untuk daerah-daerah yang cukup jauh jangkauannya diatasi dengan kehadiran agen-agen laku pandai ini.

Agen bisa berupa warung kecil, kedai nasi, hingga agen atau pangkalan gas. Tiap agen dilengkapi mesin electronic data capture (EDC) bank. Jadi masyarakat bisa transaksi dengan kartu bank..

(MC/AP) 

Post a Comment

Disqus