Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


BATAM, Reaalitasnews.com – Pemko Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam membagikan 8.325 paket sembako murah untuk tiga kecamatan yakni yaitu 2.000 paket di Kecamatan Nongsa, 2.825 paket di Batamkota, dan 3.500 paket di Kecamatan Sekupang.

Pembagian paket sembako murah itu merupakan putaran kedua, Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad membagikan paket sembako murah itu secara simbiolis kepada masyarakat di Komplek Akutahu Seipanas, Batam, Senin (7/10/2019).

Program bazar sembako murah putaran ke II Pemko Batam tahun 2019 ini dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat dengan tujuannya agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Setiap kelurhan mendapat jatah sebanyak 500 paket sembako murah, Kelurahan Sukajadi Batam Kota hanya menerima 210 paket, karena Sukajadi warganya sudah di atas rata-rata, maka sebagian dialihkan ke Kelurahan Sei Panas kuotanya menjadi 615 paket sembako bersubsidi.

Lurah Sungai Panas, Tommy Armi mengatakan pembagian sembako murah ini semacam upaya intervensi terhadap kecenderungan harga di pasar, untuk menekan inflasi di Batam.

Ia menyebutkan Bazar ini merupakan putaran kedua, paket berisi 5 Kg beras, 2 Kg gula, dan 2 liter minyak goreng. Harga tiap paket sebesar Rp100 ribu. Namun masyarakat hanya perlu menebusnya dengan Rp50 ribu per paket. 


“Separuhnya disubsidi oleh Pemerintah Kota Batam,” katanya.

“Terdapat sekitar 500 warga Sungai Panas, dan kalau ditotal semua ada sekitar 1200 lebih warga, termasuk masyarakat Taman Baloi,” katanya.


Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad mengatakan sebaran pembagian paket sembako ini  variatif tergantung jumlah masyarakat. 

“Tadi di Sambau dan Batubesar 1.000 paket. Kabil, Ngenang, Belian 1.500 paket. Di sini tiga kelurahan, agak kecil, karena Sukajadi warganya sudah di atas rata-rata, jadi tak sampai 500 paket,” katanya.

Sembako yang dibagikan merupakan bagian dari 32 ribu paket di putaran II bazar sembako murah Pemerintah Kota Batam tahun 2019. Amsakar mengatakan program ini adalah bentuk hadirnya pemerintah di tengah masyarakat. Tujuannya agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Inti dari kegiatan ini dimaksudkan untuk semacam upaya intervensi terhadap kecenderungan harga di pasar. Agar bisa menekan inflasi di Batam. Info dari BPS (Badan Pusat Statistik), bulan ini angka inflasi kita kecil, bahkan deflasi. Ini menandakan daya beli masyarakat sudah agak stabil,” kata dia.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau pada kesempatan itu menyampaikan tentang Pasar TPID (tim pengendali inflasi daerah). Pasar ini berlokasi di Grand Niaga Mas Batamkota. Ibu-ibu bisa berbelanja di sana dengan harga distributor.


(MC/AP)

Post a Comment

Disqus