Ads (728x90)


postviews postviews postviews

Dilihat kali

Gubernur Ansar Membuka Musrenbang Kabupaten Bintan
Gubernur Kepri H Ansar Ahmad Memukul Gong Saat Membuka Musrenbang Kabupaten Bintan di Aula Kantor Bupati Bintan, Rabu (23/2/2022) (Fhoto : Ist)

BINTAN, Realitasnews.com  – Gubernur Kepri H Ansar Ahmad mengatakan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) merupakan tahapan yang sangat penting, sebab apa yang dihasilkan dalam musrenbang akan dituangkan dalam RKPD yaitu Rencana Kerja Perangkat Daerah.

"Maka secara berjenjang Musrenbang dilaksanakan dengan pola partisipatif, optimalkan Musrenbang ini agar program yang dihasilkannya benar-benar merefleksikan kondisi aktual masyarakat kita," kata  Gubernur Ansar saat membuka musrenbang Kabupaten Bintan di Aula Kantor Bupati Bintan, Rabu (23/2/2022).

Kegiatan Musrenbang ini disejalankan dengan Rembug Stunting Kabupaten Bintan tahun 2022 dan peluncuran aplikasi si-lancar.
 
Turut hadir dalam musrenbang ini, Plt. Bupati Bintan Roby Kurniawan, Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan Adi Prihantara, Ketua TP-PKK Kepri Hj Dewi Kumalasari Ansar, Ketua DPRD Kabupaten Bintan Agus Wibowo, sejumlah perwakilan Forkompinda, tokoh masyarakat, dan para kepala OPD Pemprov Kepri.

Gubernur Ansar menyebut ada tujuh indikator pembangunan nasional yang harus mampu kita sasar. Tujuh indikator tersebut adalah angka kemiskinan, angka pengangguran, angka kematian ibu melahirkan, angka kematian bayi, indeks pembangunan manusia, pendapatan per kapita, dan indeks gini ratio.

"Tujuh indikator ini yang menjadi harapan bapak Presiden yang harus menjadi perhatian kita semua," lanjutnya.

Selanjutnya Gubernur Ansar mengungkapkan dirinya menyambut baik rembug stunting yang digelar hari ini. Menurut Gubernur Ansar permasalahan stunting juga merupakan perhatian utama yang selalu disampaikan berulang kali oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian agar dapat dituntaskan secara serius.

Kabar baiknya, angka stunting di Kepri cukup rendah, yaitu 16,8 %,  yang menempati posisi urutan nomor dua terbawah, yakni nomor 33 dari 34 Provinsi di Indonesia.

Gubernur Ansar juga sangat mengapresiasi  aplikasi Si-lancar yang merupakan inisiatif dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bintan.

Aplikasi Si-lancar adalah sistem layanan pencari kerja. Sebuah aplikasi yang memuat data ketenagakerjaan di Kabupaten Bintan, aplikasi ini hadir untuk mempermudah masyarakat Bintan dalam hal pencarian informasi lowongan kerja, pelayanan informasi masa kerja, manajemen serikat pekerja, serta pendataan pencari kerja dan tenaga kerja.

"Kita memang harus memanfaatkan digitalisasi agar potensi lapangan pekerjaan dari hasil investasi yang ada di Kabupaten Bintan memang benar-benar mampu diserap oleh pekerja lokal, jadi ini aplikasi yang sangat bagus," ujar Gubernur Ansar.

Ia juga berharap melalui Musrenbang Kabupaten Bintan tahun ini kemajuan ekonomi di Bintan pasca pandemi benar-benar dapat terwujud dan terdistribusi secara merata ke seluruh lapisan masyarakat. (rdk)

Posting Komentar

Disqus