Ads (728x90)


postviews postviews postviews

Dilihat kali



JAKARTA,- 
CNN Indonesia -- Laga antara timnas Swedia vs Swiss bisa disebut duel kuda hitam di babak 16 besar Piala Dunia 2018. Namun gaya main kedua tim tersebut berbeda.

Dua tim bakal bentrok di Stadion Krestovsky, Rabu (3/7/2018) malam waktu setempat untuk berebut tiket perempat final.

Swedia lolos dari grup 'neraka' bersama Meksiko yang menjadi runner-up Grup F. Skuat arahan Janne Andersson membuat kejutan lolos dengan menyisihkan tim juara Piala Dunia 2018 Jerman.

Pada laga terakhir, Blaugult sukses menghancurkan Meksiko 3-0 setelah pada laga sebelumnya kalah 1-2 secara dramatis dari Der Panzer.
Padahal, tak banyak yang memperhitungkan Swedia bakal lolos karena di grup itu juga terdapat Meksiko dan Jerman. Para penggara Kuning-Biru justru lolos ke babak 16 besar.

Begitu pula di Grup E, Swiss hanya berstatus unggulan kedua setelah Brasil. Mereka lolos juga sebagai runner-up grup ke babak 16 besar Piala Dunia 2018.

Mesi berstatus sebagai tim kuda hitam, laga ini bakal tetap berlangsung menarik karena kedua tim memiliki 'warna' berbeda dalam hal filosofi permainan di lapangan.

Swiss yang dihuni sejumlah pemain tenar di kompetisi Eropa, lebih banyak mengandalkan kualitas individu para pemain. Sebut saja winger Xherdan Shaqiri dan gelandang Granit Xhaka yang menjadi tumpuan tim tersebut.

Swiss pun masih mengandalkan sosok kebintangan sejumlah pemainnya itu sehingga lebih banyak menonjolkan skill individu ketimbang permainan kolektif.

Di kubu lawan, Swedia yang tanpa pemain bintang lebih banyak mengandalkan permainan secara kolektif. Ketidakhadiran nama besar macam Zlatan Ibrahimovic tampaknya justru lebih mengurangi beban tim tersebut sehingga bisa tampil lepas sesuai karakter permainan mereka.

Bukan permainan indah, tapi efektivitas dalam memanfaatkan peluang sekecil apapun yang diutamakan Swedia. Permainan efektif ini pula yang menjadi senjata utama mereka dalam membobol gawang tim lawan.

Timnas Meksiko tentu menjadi korban gaya main Swedia yang tanpa banyak 'basa-basi' tersebut di lapangan. El Tri kala itu takluk 0-3 dari Blaugult.

Bukan hanya permainan efektif, kesolidan dalam bertahan juga menjadi andalan tim arahan Janne Andersson. Sejauh ini mereka hanya kebobolan dua gol dalam tiga laga di fase grup.

Catatan itu hampir menyamai rekor Brasil yang kebobolan satu gol di fase grup. Melalui pertahanan rapat ini pula, Swedia sekaligus mengandalkan serangan balik cepat dan efektif.

Swiss kemungkinan bakal dibuat frustrasi menembus pertahanan solid Swedia. Namun Swedia juga tak akan bisa dengan mudah meredam ledakan-ledakan serangan Swiss. Gambaran itu bakal membuat duel nanti dipastikan berjalan sengit.

(cnn.indonesia.com)

Posting Komentar

Disqus