Ads (728x90)


postviews postviews postviews

Dilihat kali

 
Business Forum Maritim Affairs Digelar, Wan Darussalam Harapkan Pelaku Usaha di Bidang Maritim Lebih Berinovasi
Duta Besar Denmark untuk Indonesia H.E Sten Frimodt Nielsen memberikan cendra mata kepada Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Wan Darusaalam di Hotel Radisson, Batam, Rabu (17/4/24) 

 

 
BATAM, Realitasnews.com
- Badan Pengusahaan (BP) Batam mengapresiasi atas terselenggaranya acara Forum Bisnis  Maritim Denmark-Indonesia dalam Business Conference Denish Indonesia Stakeholders In the Heart of Shipbuilding Discoverting Batam Shipyards & Denmark Green Shipping Solutions.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Wan Darusaalam saat kegiatan Business Forum Maritime Affairs Embassy Of Denmark-Indonesia yang difasilitasi oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Batam pada Rabu (17/4/24) di Hotel Radisson, Batam.

" Kami sangat mengapresiasi kehadiran bapak H.E Sten Frimodt Nielsen selaku Duta Besar Denmark untuk Indonesia yang telah menyelenggarakan Forum Bisnis Denmark-Batam bidang galangan kapal dan kelautan, serta mengapresiasi para pelaku usaha yang berprestasi," tegasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Duta Besar Denmark untuk Indonesia H.E Sten Frimodt Nielsen, Dirjen Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Dr.Hartanto, Direktur Anggota Badan Usaha Pelabuhan Dendi Gustinandar, Pengusaha Hotel Panbil Batam Jhon Kenedy, Humas Promosi dan protokol BP Batam Ariastuty Sirait, serta para tamu lainnya.

Business Forum Maritim Affairs Digelar, Wan Darussalam Harapkan Pelaku Usaha di Bidang Maritim Lebih Berinovasi
Dirjen Kemenhub Dr.Hartanto (kanan) bersama Duta Besar Denmark untuk Indonesia H.E Sten Frimodt Nielsen di Hotel Radisson, Batam, Rabu (17/4/24) 

 

Selanjutnya Wan Darussalam mengatakan dengan digelarnya kegiatan ini membuat hubungan Batam dengan Denmark lebih baik lagi. Dengan masuknya Denmark ke Batam akan membuat kepercayaan negara-negara Eropa untuk berinvestasi di Batam.

Dengan masuknya investor Denmark ke Batam, katanya, akan membuat Pemko dan BP Batam lebih semangat lagi di bidang maritime lantaran Kepulauan Riau (Kepri) merupakan daerah maritime.

Dikatakannya letak geografis Batam sangat diuntungkan, berada di seberang Selat Malaka yang merupakan jalur pelayaran yang sibuk. Bahkan lebih dari seratus perusahaan galangan kapal ada di Batam.

“ 50 persen diantaranya merupakan perusahaan galangan kapal yang ada di Indonesia. Hal ini menandakan Batam merupakan surga bagi industri maritim yang berkembang pesat,” katanya.

Menurutnya semakin tinggi investasi di Batam maka perekonomian Kepri khususnya Kota Batam akan semakin tinggi karena berkolerasi dengan banyaknya lapangan kerja.

Wan Darussalam berharap dengan terselenggaranya Business Forum Maritim Affairs ini pihaknya dapat menginspirasi dan terus mendukung inovasi dikalangan pelaku usaha khususnya dibidang maritim, sehingga menjadi salah satu tujuan investasi unggulan di Indonesia.

Dirjen Kemenhub Dr.Hartanto mengatakan pihaknya sangat mendukung dengan digelar kegiatan ini. Ia menyebut pelabuhan di Batam cukup refresentatif tempat berlabuhnya kapal-kapal yang modern.

Dengan masuknya investor dari Denmark, katanya, tentunya hal ini membukia peluang bagi BP Batam atau perusahaan –perusahaan galangan kapal yang ada di Batam untuk mencipatakan kapal-kapal berteknologi cangkih seperti membuat kapal tanpa awak.

“ Untuk bisa menciptakan kapal tanpa awak, kita harus melakukan riset atau menjalin komunikasi dengan negara-negara maju seperti Negara Denamark,” katanya. (red)



 



Posting Komentar

Disqus