Ads (728x90)

Dilihat 0 kali

Kabupaten Sergai Akan Gelar Simulasi di Tiga Kecamatan Menjelang PTM Dilaksanakan


SERGAI, Realitasnews.com – Bertempat di Aula Sultan Serdang, Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Wakil Bupati (Wabup) Sergai H. Adlin Umar Yusri Tambunan, ST, MSP memimpin rapat koordinasi (rakor) Pembahasan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang digelar, Rabu (01/9/2021).

Rakor ini juga dihadiri oleh Wakapolres Sergai Kompol Sofyan, SH, Perwakilan Dandim 0204/DS, Para Asisten, Kacabdis Provsu, serta Korwil Dinas Pendidikan Se- Kabupaten Sergai.

Dalam sambutannya Wabup Sergai mengatakan siswa-siswi dan para orang tua murid di Sergai menyambut dengan antusias rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM). 

Rencana PTM, katanya, merupakan kabar baik bagi dunia pendidikan Serdang Bedagai (Sergai). Pasalnya hamper 1 tahun kegiatan belajar-mengajar dilaksanakan dalam jaringan (daring) akibat pandemi Covid-19, sekolah-sekolah di Kabupaten Sergai dalam waktu dekat akan perlahan-lahan beraktivitas secara normal kembali.

Wabup Sergai menyebutkan implementasi program ini akan menghadapi berbagai tantangan yang perlu diantisipasi dengan hati-hati.

“Kabupaten Sergai saat ini masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. Kita tentu saja berharap pembelajaran tatap muka akan bisa segera kita laksanakan, namun saya tegaskan bahwa mekanismenya harus benar sesuai dengan protokol kesehatan (prokes ) yang ketat,” katanya.

Wabup Sergai menyebutkan setiap tingkatan mulai dari SD, SMP hingga SMA memerlukan perlakuan yang berbeda agar pesan sosialisasi PTM ini bisa sampai, dipahami dan diterapkan secara baik. Untuk itu ia meminta kepada pihak Dinas Pendidikan agar bisa benar-benar merumuskan kebijakan yang jadi solusi bagi tantangan tersebut. Selain itu, pihaknya juga meminta peran dan kontribusi orang tua untuk aktif membimbing dan mengarahkan anak terkait pentingnya prokes.

Sebagai salah satu persiapan dalam eksekusi rencana ini, Wakil Bupati Sergai menyebut perlu dilakukan simulasi PTM. Simulasi ini menurutnya merupakan bentuk kehati-hatian yang diperlukan agar diperoleh gambaran jelas dan bisa dilakukan evaluasi komprehensif sebelum nantinya PTM bisa diterapkan secara penuh.

“Ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, jadi mesti dirumuskan dengan serius. Lebih lanjut lagi, ini juga akan berpengaruh kepada kesehatan lingkungan sekitar dan bahkan dalam cakupan yang lebih luas,” ucapnya.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan Sergai Suwanto Nasution, S.Pd, MM, menyampaikan jika seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Sergai sudah menyetujui rencana PTM dan menanggapi arahan Wakil Bupati, ia menyebut akan diadakan simulasi di 3 Kecamatan yaitu Sei Rampah, Perbaungan dan Sei Bamban, berturut-turut mulai tanggal 6 hingga 8 September.

“Kami sudah membuat rencana kegiatan dan aturan sebagai dasar dan dukungan pelaksanaan PTM ini. Salah satu yang paling utama adalah semua guru harus sudah divaksin. Bagi yang belum, tidak diperbolehkan mengajar, bahkan tidak boleh masuk dalam areal sekolah. Kami juga aktif melaksanakan sosialisasi ke satuan pendidikan sekaligus membuat keputusan bersama dengan Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Sergai,” tuturnya.

Dukungan terhadap pelaksanaan PTM juga disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Sergai dr. M. Riski Ramadhan Hasibuan, SH, SE, MKM, mengatakan pihak-pihak yang terlibat dalam proses PTM ini mesti menerapkan betul prokes dalam setiap proses belajar-mengajar.

“Mewakili lembaga legislatif Sergai, saya berharap agar setiap rencana yang sudah dibuat oleh Dinas Pendidikan Sergai dapat segera dilaksanakan dan implementasinya harus maksimal. Kami mendukung setiap upaya yang dilaksanakan untuk peningkatan kualitas pendidikan karena aspek pendidikan adalah masalah strategis yang tentu harus menjadi perhatian seluruh pihak,” harapnya.

Sementara itu di kesempatan yang sama, Kakan Kemenag Sergai H. Zulkifli Sitorus, MA, menyebut para orang tua murid memang menyambut positif rencana PTM ini, akan tetapi dirinya juga sesuara soal penerapan prokes yang disiplin jika program ini diterapkan dalam waktu dekat.

“Kami sudah melaksanakan sosialisasi dan monitoring ke seluruh madrasah di Sergai untuk melihat bagaimana persiapannya. Kami sudah merancang aturan penerapan prokes dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah nanti. Misalnya nanti akan dibedakan jalur masuk dan jalur keluar bagi para siswa untuk menghindari kontak fisik demi meminimalisir risiko penyebaran virus,” tukasnya. (Jan)



Post a Comment

Disqus