Ads (728x90)



Dilihat 0 kali

Pemko Batam Tetap Konsisten Menangani Banjir
Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad (Fhoto : Parulian)


BATAM, Realitasnews.com  –  Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengatakan bahwa Pemko Batam bekerjasama dengan BP Batam terus melakukan pembangunan infrastruktur , memperlebar jalan dan draenase serta melakukan normalisasi.

“ Kita terus melakukan normalisasi dan memperlebar draenase hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir,” kata Amsakar Achmad saat ditemui usai mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Batam, Batam Centre, Batam Rabu (29/9/2021).

Ia mengatakan sejak awal September lalu curah hujan cukup tinggi di Batam, beruntung Pemko Batam telah memperbaiki draenase disejumlah titik yang rawan banjir. Sehingga walau sempat dilanda banjir namun beberapa jam kemudain banjir tersebut menjadi surut.

Pemko Batam telah memiliki 15 alat berat yang akan diturunkan disetiap kecamatan jika dilanda banjir.
Amsakar menjelaskan membutuhkan anggaran sekitar Rp 10 triliun untuk membangun seluruh draenase dititik yang rawan banjir namun saat ini anggaran hanya ada Rp 3 triliun,-. 

“ Karena anggaran kita terbatas maka perlu dilakukan skala prioritas,” katanya.

Skala prioritas pembangunan yang dilakukan Pemko Batam itu melakukan pembangunan infrastruktur baik secara makro dan secara mikro.

“ Pembangunan secara makro kita lakukan tidak saja sekedar membangun badan jalan tetapi juga pembangunan tamannya,” katanya.

Sedangkan pembangunan infrastruktur skala mikro adanya di kelurahan dan saat ini anggaran diposting sebesar Rp 2 miliar,- setiap kelurahan dan Kota Batam memiliki 64 kelurahan.

“ Nah program ini kita masksudkan agar antara yang skala kota dan skala pemukiman itu bisa saling terintegritasi dengan lainnya pada sisi yang lain juga antar wilayah hinterland dan mainland ada percepatan akan ada pemerataan,” katanya.

Bukti dari pemerataan yang dilakukan Pemko Batam itu salah satunya seperti di kecamatan Galang yang terdiri dari 8 Kelurahan. Awalnya disetiap Kelurahan dianggarkan Rp 1,5 miliar,- untuk pembangunan infrastruktur berskala mikro. Tetapi saat ini sudah Rp 2 miliar,- disetiap kelurahan.

“ Peningkatan anggaran disetiap kelurahan itu dilakukan untuk mengatasi persoalan banjir,” katanya (Lian)


Post a Comment

Disqus