Ads (728x90)


postviews postviews postviews

Dilihat kali

Berkunjung Ke Bappenas RI, Bupati Lingga Jemput Peluang-Peluang APBN
 Bupati Lingga M Nizar (Nomor 2 dari kanan) bersama Sejumlah Kepala OPD saat Berkunjung Ke Bappenas RI Rabu (25/05/2022) (Fhoto : Ist)



LINGGA, Realitasnews.com
– Kabupaten Lingga saat ini masuk kategori daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal) serta tidak masuk dalam PSN (Proyek Strategis Nasional).

“ Dengan keadaan ini, justru anggaran pusat tidak turun secara otomatis, namun perlu upaya ekstra untuk mendapatkan perhatian dari Pemerintah Pusat,” kata Bupati Lingga, Muhammad Nizar saat berkunjung ke kantor Bappenas RI, Jakarta, Rabu (25/05/2022).

Dalam kunjungannya ke Bappenas RI ini, Bupati Lingga yang didampingi sejumlah Kepala OPD disambut oleh Staff Ahli Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan Bappenas RI, Erwin Dimas, SE, DEA, MSi.

Kepada Erwin Dimas, Bupati Lingga mengatakan tujuan kunjungan mereka untuk membahas tindak lanjut peluang-peluang anggaran kegiatan dari dana APBN untuk Kabupaten Lingga yang sebelumnya pernah disampaikan.

"Kami mohon arahan untuk tercapainya apa yang kami usulkan," kata Nizar.

Apalagi pada Musrenbang Provinsi Kepri beberapa waktu lalu, disebutkan Kabupaten Lingga tidak masuk dalam RPJMN koridor pertumbuhan serta pemerataan.

"Harapan kami, Bappenas dapat menindaklanjuti sehingga Lingga dapat masuk dalam koridor pertumbuhan Provinsi Kepulauan Riau," papar dia.

Berkunjung Ke Bappenas RI, Bupati Lingga Jemput Peluang-Peluang APBN

Dengan harapan kegiatan yang bersumber dari APBN dapat meningkatkan sejumlah pembangunan di Kabupaten Lingga seperti jalan nasional bahkan infrastruktur lainnya seperti  Kawasan Terpadu Sungai Tenam yang sebelumnya pernah diusulkan di MCC, bisa dialihkan dengan APBN, dengan skala prioritas.

"Seperti yang pernah kami usulkan lewat MCC yang belum tercapai ini, dapat dialihkan ke APBN, Kerena kawasan terpadu Sungai Tenam merupakan Pintu masuk Kabupaten Lingga," jelas dia.

Begitu juga dibidang tranportasi ada beberapa usulan, salah satunya penyediaan kapal Roro mini untuk konektifitas di Kepulauan Senayang dan sekitarnya, serta peningkatan dan perluasan Pelabuhan Domestik Jagoh.

 "Kami siap memenuhi dukungan sebagaimana arahan dan persyaratannya. Baik teknis maupun administrasi yang menjadi domain Kabupaten. Dengan kondisi Kabupaten Lingga yang APBD-nya terkecil se-Kepri sehingga sangat membutuhkan dukungan dari APBN," harap dia.

Menyikapi akan hal tersebut, Staff Ahli Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan, Erwin Dimas, SE, DEA, MSi mengatakan akan segera memfasilitasi usulan-usulan yang disampaikan Bupati Lingga ke Direktorat Regional 1.

Direktorat Regional I, sebagaimana diketahui mempunyai tugas menyelenggarakan koordinasi dan perumusan kebijakan, sinkronisasi pelaksanaan kebijakan, pemantauan, evaluasi dan pengendalian, serta penyusunan prakarsa strategis pembangunan lintas sektor perencanaan pembangunan nasional di wilayah Pulau Sumatera, Jawa, dan Bali.

Namun sebelum itu disampaikan,  Erwin mengharuskan Bupati Lingga dan jajarannya menyiapkan kelengkapan data potensi daerah, sebagai dukungan usulan.  Sehingga dapat menjadi dasar pertimbangan masuk dalam Koridor pertumbuhan di Provinsi Kepulauan Riau.

"Peluang lain untuk Kabupaten Lingga juga dapat disounding ke Provinsi Kepulauan Riau untuk beberapa prioritas pembangunan," kata Erwin Dimas

Dia juga menyarankan, Bupati Lingga untuk dana DAK 2023, pemerintah jangan hanya fokus pada infrastruktur, tetapi pendidikan dan kesehatan turut diperhatikan.  (JH)

Post a Comment

Disqus