Ads (728x90)


postviews postviews postviews

Dilihat kali

 

 

BATAM, Realitasnews.com - Sejumlah negara Eropa mulai mendominasi kegiatan investasi di Kota Batam. Hal ini dapat dilihat dari data realisasi investasi Kota Batam pada Triwulan 1 Tahun 2023.

Data yang bersumber dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), terdapat 8 negara dari Benua Biru, yang berkontribusi dalam peningkatan realisasi investasi PMA di Kota Batam.

Kedelapan negara tersebut yakni Norwegia; Finlandia; Swiss; Inggris; Belanda; Jerman; Luxembourg dan Perancis. Kedelapan negara Benua Biru itu menyumbangkan investasi kuartal I Kota Batam sebesar USD 7,12 juta dengan 55 proyek.

Benua Eropa menduduki peringkat kedua dalam kontribusinya dalam realisasi investasi PMA setelah negara-negara dari Asia.

Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) Muhammad Rudi mengatakan, minat dari investor Eropa untuk berinvestasi di Kota Batam terus berlanjut.

Dalam dua bulan belakangan ini, sejumlah negara-negara Eropa  seperti Turki, Denmark hingga Belarusia telah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Kota Batam.

"Sudah banyak yang dari mereka yang minat investasi di Batam. Ada yang datang langsung ke BP Batam, melalui kedutaan, asosiasi pelaku usaha hingga zoom meeting," ujarnya.

Diliriknya Kota Batam sebagai tujuan investasi dari negara-negara Eropa, tak terlepas dari pembangunan infrastruktur yang digalakkan dalam beberapa tahun belakangan ini.

Pembangunan infrastruktur merupakan kunci utama, agar suatu daerah bisa maju dan modern. Infrastruktur harus dalam kondisi prima. Hal ini bertujuan untuk membuat siklus perekonomian berjalan dengan lancar.

Berbagai pembangunan yang dilakukan hingga saat ini juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapai 6,85 persen di tahun 2022 lalu.

"Saya kembangkan ini agar ekonomi Batam semakin maju lagi. Kalau sudah maju, masyarakat akan memiliki kesempatan untuk lebih baik. Pesannya saya masyarakat jangan jadi penonton, mari kita sambut pembangunan ini,” tegas Muhammad Rudi. (EI)


Posting Komentar

Disqus