Ads (728x90)


 


postviews postviews postviews

Dilihat kali



BATAM, Realitasnews.com – Asap yang mengurangi jarak pandang dapat meningkatkan risiko saat berkendara. Pengendara perlu mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, meningkatkan kewaspadaan, dan tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi sudah tidak memungkinkan.

Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga jarak pandang kembali aman menjadi pilihan. Namun, bagi pengendara yang tetap harus bepergian, sejumlah hal perlu diperhatikan sebelum dan selama perjalanan.

Pastikan Perlengkapan dan Kendaraan dalam Kondisi Baik. Sebelum berangkat, gunakan perlengkapan berkendara secara lengkap. Helm dengan visor tertutup dapat membantu melindungi wajah dan mata, sedangkan masker dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan sesuai kondisi udara.

Visor juga perlu dipastikan bersih agar tidak semakin mengganggu pandangan ketika kondisi di sekitar jalan berasap atau berkabut.

Kondisi kendaraan perlu diperiksa sebelum perjalanan, terutama ban, sistem pengereman, lampu utama, lampu belakang, lampu sein, spion, dan mesin. Pengendara juga dapat memantau informasi mengenai kualitas udara, jarak pandang, cuaca, serta kondisi lalu lintas sebelum berangkat.

Kurangi Kecepatan dan Perlebar Jarak Aman. Ketika asap membuat jarak pandang berkurang, kecepatan kendaraan perlu disesuaikan dengan kemampuan pengendara untuk melihat kondisi jalan dan kendaraan di sekitarnya.

Jarak aman dengan kendaraan di depan juga perlu ditambah. Hindari manuver atau pengereman mendadak dan kendalikan kendaraan secara halus untuk mengantisipasi kondisi jalan maupun pergerakan pengguna jalan lain.

Lampu utama juga perlu dipastikan berfungsi dengan baik agar kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain.

Jangan Memaksakan Diri Saat Jarak Pandang Memburuk. Jika asap semakin pekat hingga jarak pandang sangat terbatas, pengendara sebaiknya tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan.

Kurangi kecepatan secara bertahap, nyalakan lampu utama, jaga jarak dengan kendaraan lain, lalu cari lokasi yang aman untuk menepi. Hindari berhenti di bahu jalan atau lokasi yang justru dapat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM), Daniel Aria Sulistya Nugroho, mengatakan kewaspadaan perlu ditingkatkan ketika kondisi lingkungan menyebabkan jarak pandang berkurang.

“Lakukan persiapan sebelum perjalanan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, perhatikan kondisi jalan, dan segera menepi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman,” ujar Daniel.

Menurut dia, menunda perjalanan tetap menjadi pilihan terbaik jika perjalanan tidak mendesak dan kondisi belum aman. “Tetap Cari Aman saat berkendara,” katanya.

Periksa Kondisi Kendaraan Setelah Perjalanan. Pengendara juga perlu memperhatikan kondisi kendaraan setelah digunakan dalam lingkungan dengan kualitas udara yang buruk dalam waktu cukup lama.

Jika ditemukan penurunan performa atau gangguan pada sistem pengereman, ban, lampu, maupun komponen lainnya, kendaraan dapat diperiksa di AHASS terdekat.

Bagi pengendara yang masih harus melakukan perjalanan dalam kondisi asap, keselamatan tetap perlu menjadi pertimbangan utama. Jika jarak pandang terus memburuk, perjalanan sebaiknya dihentikan sementara di lokasi yang aman hingga kondisi memungkinkan untuk kembali berkendara.

 
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar

Disqus